
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Masuki Tahun Politik 2019, PSHT Demak Siap Perangi Hoax.
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Memasuki tahun politik, khususnya Pilpres dan Pileg tahun 2019, pengurus pusat Persaudaraan Setia Hati Teratai (PSHT), mengajak seluruh pendekarnya agar ikut serta menjaga kerukunan dan keteriban masyarakat, seiring marakanya berbagai informasi hoax di tanah air.
Ketua Umum PP PSHT, Muhammad Taufik mengatakan untuk menjaga kerukunan dan ketertiban masyarakat, pihaknya mengaku sudah menjadi komitmen PSHT.
Organisasi PSHT dikembangkan untuk menjadi pijakan antar warga yang dibangun dengan rasa persaudaraan. Meski, seringkali rasa persaudaraan itu terpengaruh oleh adanya hoax di media sosial, sehingga dapat memecah rasa persaudaraan sesama warga anggota PSHT, maupun dengan masyarakat.
“Hoax itu ada produsennya. Kita harus cermat setiap menerima informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai kita menerima informasi tanpa menggunakan rasa dan nalar kita, itu akan menentukan seberapa jauh rasa persaudaraan kita,” kata Taufik seusai acara pelantikan pengurus PSHT Cabang Demak, di Pendopo Demak, Minggu (29/7/2018).
Di sisi lain, dalam menyimak informasi apapun, warga PSHT harus menggunakan kesadaran penuh. Dimana, organisasi PSHT itu, ditentukan oleh persaudaraan, karena itu, lanjutnya, janganlah untuk bisa mudah terpengaruh oleh informasi hoaks.
Selain itu, Taufik juga mengutarakan, warga PHST telah diberi amanah untuk membawa ajaran budi luhur, karena itu hoaks jelas tidak sesuai dengan ajaran PSHT.
“Warga PSHT harus ikut memancarkan cita – cita luhur kita. Ikut memayu hayuning bawana atau memperindah keindahan dunia,” bebernya, melalui siaran tertulis, kepada Tribun Jateng.
Taufik juga menambahkan, warga PSHT harus ikut serta dan aktif dalam pembangunan nasional serta menjaga stabilitas nasional melalui aksi bela negara melawan hoaks dengan bekerjasama dengan pemerintah, TNI, dan Polri.
“Kita harus terus menumbuhkan semangat bela negara. Jangan sampai bangsa Indonesia pecah belah karena hoaks. Dan jangan sampai PSHT terpecah belah juga karena hoaks,” ujarnya.
Sementara itu, disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Demak, Nanang Setyono, disamping menekuni ilmu pencak silat keberadaan PSHT, juga ingin berkontribusi membantu perwujudan pembangunan nasional serta ingin mengabdikan diri bela negara terutama melawan hoak.
“Kami ingin membantu mewujudkan pembangunan di Kabupaten Demak. Kami siap bekerjasama dengan Pemkab Demak, Kodim maupum Polres Demak, dengan berbagai kegiatan yang membangun di Kabupaten Demak ini,” jelasnya.
Sejak dirintis pada tahun 2002 lalu, kata Nanang, PSHT Demak kini telah memiliki 1360 anggota yang terdiri dari pelatih dan siswa.
“Ada 23 tempat latihan bagi ribuan anggota PSHT Demak, yang tersebar di 14 kecamatan. Dan rencananya PSHT Demak juga akan membuat sasana latihan sendiri,” ujarnya.
Adapun untuk kepengurusan PSHT Cabang Demak, masa bhakti 2018-2023, Ketua cabang PSHT Demak sendiri adalah Abdul Hamid, dengan Ketua Dewan Pertimbangan PSHT Cabang Demak, Bambang Prawoto.




